Apakah ada hubungan antara masalah sampah di Jakarta dengan perkembangan peradaban masyarakat penghuni Jakarta. Adakah hubungan antara penghargaan terhadap sampah dengan peradaban? Apakah sebuah negara/ kota dengan tingkat akumulasi sampah yang tinggi sekaligus berserakan hingga membentuk lautan sampah mengindikasikan bahwa penduduk kota/ negara tersebut memiliki peradaban yang rendah?
Sampah sebagai sisa barang/ benda/ material yang tidak kita gunakan layak mendapat perlakuan yang baik. Di sini yang saya maksudkan dengan perlakuan baik terhadap sampah adalah menempatkan material/ sisa yang tidak kita gunakan itu pada tempatnya. Perlakuan baik terhadap sampah memiliki implikasi arah ganda. Pertama, dengan menempatkan sampah pada tempatnya kita hendak mengatakan 'terima kasih, engkau telah memberikan aku yang terbaik dari dirimu dan sekarang sebagai rasa terima kasihku aku menempatkan engkau di tempat terbaik juga.' Perlakuan ini menunjukan bahwa kita adalah pribadi yang memiliki rasa terima kasih pada apa saja yang telah memberikan fungsinya bagi kita. Kedua, dengan membuang sampah pada tempatnya kita juga menempatkan diri kita pada posisi yang aman, nyaman. Kemungkinan terjadinya banjir bisa diminimalisasi, karena got -got bisa mengalirkan air dengan baik, pemandangan selalu segar karena tidak ada bau menyengat dari tumpukan sampah yang membusuk di sembarang tempat.
Demikianlah cara memperlakukan sampah erat kaitannya dengan peradaban. Semakin baik sebuah negara/ kota memperlakukan sampah berarti warganya memiliki peradaban yang baik dan sebaliknya semakin buruk sebuah negara/ kota memperlakukan sampah maka peradabannya buruk/ rendah. Lalu apakah warga Jakarta memiliki peradaban yang baik? Melihat sampah yang berserakan di mana - mana dan menyaksikan begitu banyak masyarakat tak terkecuali yang mengemudi mobil mewah membuang sampah di sembarang tempat, saya ragu kalau warga kota ini memiliki peradaban yang maju..Jika ada yang keberatan, maka mulailah untuk memperlakukan sampah dengan baik dan terhormat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar